Minggu, 08 April 2012

Harta Benda

     Saat itu adalah hari menjelang UN. Tidak tahu kenapa kami kesambet ingin belajar dan ditentukanlah waktu untuk belajar bersama di tempat les. Kami berempat belajar fisika.. Yahh tidak mengherankan kami belajar sambil bercanda ketika itu dan guru kamipun suka kami ledek apabila ada soal yg tak bisa beliau jawabnya. Maklum saja jika kami bersama, terkadang orang lainlah yg kami isengin untuk menjadi bahan topik pembicaraan. Setelah kami selesai belajar bersama kamipun langsung pulang. Beberapa langkah kami ayunkan kaki kami ke depan. Ada 2 orang bapak-bapak yg memanggil kami selepas kencing di tembok. Bapak yang pertama memanggil kami dan satunya melihat kanan-kiri, dengan perasaan bingung kamipun langsung mendatanginya tanpa berfikir panjang,

"Kalian kenal yg bernama x (sebut saja jono)? Apakah dia suka mengganggu kalian?". Bapak pertama itu membuka pertanyaan
"Tidak Om, kami juga tidak mengenal orang itu." Yogi menimpali pertanyaan bapak itu
"Loh katanya yang Om sering denger anaknya suka malakin anak-anak yang les di tempat ini ya? Maksud Om ingin menolong kalian untuk mencari anak itu segera karena saya adalah pamannya."
(sejenak kami terdiam dan mengangguk-anggukan kepala)
"Tolong Satu-satu dari kalian tolong catat nomor saya apabila kalian dipalaki olehnya." (dengan nada suara yang agak tegas).

(Kamipun bergegas mulai mencatat.)
"Sini ikut saya" sambil menarik tangan Yogi, mengajak untuk berdiri.
"Kalian bertiga tunggu disini sampai om kembali yah. Untuk mempercayai kalian masih menunggu disini handphone kalian akan dipegang oleh Yogi untuk ikut dengan om menuju tempat biasa dia nongkrong. Santai saja handphone kalian tidak akan saya ambil kok karena ini untuk mempercayai bahwa kalian tidak meninggalkan teman kalian ini." Sahut bapak kedua yang sedari tadi sudah melihat keadaan sekitar

     Akhirnya kami pun ngasih handphone ke Yogi untuk dibawa sebagai jaminan supaya mereka percaya kami tidak akan meningglkan teman kami itu. Tapi saat itu kebetulan di antara kami hanya Bogielah yang tidak membawa handphone. Om itu pun langsung pergi bersama Yogi dengan membawa handphone kami. Tak sadar setelah itu kami baru saja dihipnotis olehnya. Kami hanya bisa terdiam dan mengangguk. Sejam kemudian pun berlalu, Yogipun akhirnya datang ke arah kami turun dari angkutan umum. Mukanya penuh kecemasan dan pucat murung. Saya pun bertanya dan memulai pembicaraan kami,
"Tadi lu dibawa kemana? Kok lama banget? dengan muka heranku
"Tadi gua dibawa ke tempat-tempat yang jauh dari keramaian. Handphone lu pada diambil dan gua diancam tadi. Gua pengen teriak tadi tapi percuma aja karena sepi banget."

Kami pun serempak menjadi murung dan pergi ke kantor polisi terdekat untuk melaporkan kejadian tersebut.
Yahhhh...Walapun laporan kami tidak begitu ditanggapi oleh polisi karena usia kami yang masih dini dan pastinya polisi akan berjalan jikalau ada uang yg mengalir di tanah air tercinta kita. Keesokan harinya, kejadian kemarin pun menjadi pembicaraan hebat di kelas dan herannya mengapa kami berempat sama-sama atlit Taekwondo yang sering ikut kejuaraan kesana-kemari, namun masih saja bisa dibodohin dengan muka pongo kami -__-"

Pelampung

     Kejadian ini terjadi saat kita mau persiapan atraksi Taekwondo. Kami latihan menendang di belakang sekolah dengan menggunakan body protektor bersama. Hari itu adalah hari sabtu dan kebetulan saat itu sedang hujan, kamipun tidak mempedulikan derasnya air yg mengguyur kami. Kami tetap tidak pernah putus asa dan latihan di samping sekolah yg ketutupan atap sekolah. Yah.. walaupun masih kena sedikit debit air itu berjatuhan.. 
     Waktu terus berlalu di iringi dengan hujan dan teriakan semangat dari kami. Semangat kami tak pernah pudar hingga keringat air penghabisan yg telah membasahi baju kami, kamipun berniat ke kantin untuk berehat sejenak. Pada saat kami kedepan, banyak sekali siswa-siswi teman kami yg sedang berlalu-lalang. Tak heran kami menjadi pusat perhatian karena kami semua masih memakai body protektor dan salah satu dari siswi temanku yg bernama Putri itu bersorak, ''Woiiii dhittt... Mau renang lu pake pelampung hujan2 ginii hahaha''. Kamipun tersipu malu dan bergegas dengan cepat ke kantin tak mempedulikan orang sekitar yg memperhatikan kami seperti badut yg melayani para bocah kesurupan.

Sabtu, 07 April 2012

Segumpal Tangan

   Menjelang sore hari berganti dengan indahnya malam, Saya, Bogie dan Firhan kumpul terlebih dahulu untuk memulai latihan Taekwondo. Kami akhirnya jalan ke SMP 20 tempat kami berlatih. Kami tahu bahwa kami telat maka saat itu kami mempercepat arah gerak kami. Begitu sampai kami langsung dihukum dan disuruh pemanasan oleh sabeum (sebutan pengajar korea). Saat pemanasan kami asyik berbicara sambil lari keluar. Saat itu saya di sebelah kanan, Firhan ditengah dan Bogie di sebelah kiri. Pada awalnya kami bersenang2 hingga ke pertengahan putaran komplek. Lalu tiba2 Firhanpun terdiam. Saya dan Bogie bingung dengan sikap Firhan seperti itu. Ternyata saat kami lihat dibawah kakinya.... Kami melihat sebuah tai anjing sebesar segumpalan tangan. Firhan berkata, "euy gue nginjek tai nehh, masih anget pula". Kami pun akhirnya lari dikejar2 olehnya. Suasana yg mengasyikan untuk dibicarakan menjadi suatu pengejaran yg menjijikan. Firhanpun mengejar2 kami sambil loncat2 memeperkan ke aspal.... Dan herannya saat kami bertiga lari. Hanya Firhanlah yg terkena hal itu -__-
     Di lain hari saat kami latihan Taekwondo. Saat itu kami sedang beristirahat.. Dan kami pergi ke toilet bertiga. Seperti biasa Firhan berada di tengah. Saat itu setelah dari toilet kami masih asyik berbicara dan cepat2 keluar karena segera untuk latihan lagi.. Namun kejadian itupun terulang. Dan Firhan terkena tai kucing dan dengan bangganya dia ketawa2 sambil memamerkan tainya kepada kami... Hingga pada suatu haripun ia pernah memegang benda lunak itu.

Sok Jagoan

      Pagi yang indah bersinar dan membawa kami pada semangat yang baru. Kebetulan saat itu kami ada kegiatan olahraga pada pagi harinya. Setelah itu kami masuk ke kelas dengan memakai baju olahraga. Kami sekelas (cowonya) tidak mempedulikan bel yg terngiang di telinga kami bahwa saat itu adalah pergantian pelajaran, yaitu IPA. 
 
Beberapa menit kemudian guru kamipun datang ke kelas dan memarahi semua anak cowok yg belum ganti baju. Kamipun bergegas kebawah untuk berganti pakaian dengan ngebut. Saat dibawah, saya merasa gaenak sama guru tsb. Akhirnya saya Bogie dan Alfi cepat2 keatas. Namun mereka malu untuk masuk ke kelas, jadi sayalah yg masuk terlebih dahulu seperti sok jagoan dengan memakai kaos putih oblong serta Alfi dengan Bogie yg bersama saya bajunya masih keluar dan acak2an. Begitu di dalam kami bertigapun di maki2 dan di setrap di depan kelas karena tidak sopan memakai baju yg seperti itu dan tidak disiplin karena saat guru datang kami masih dekil dengan memakai baju olahraga yg sedang basah kuyup. Beberapa menit kemudian kami semuapun akhirnya duduk. Setelah setengah jam kemudian, temen saya yg bernama Yogi akhirnya datang dengan tergesa2 sambil membawa roti dan minuman ditanganya. Akhirnya gurupun kesal dan menyuruh dia keluar. Dengan senangnya sambil cekikikan akhirnya diapun makan di luar kelas dengan nikmatnya -__-"

Pendahuluan

Assalamu'alaikum
     Mungkin Anda bertanya2 kenapa gua bikin blog ini dengan tema Me and My friends (Pongers)? Karna gua mau menceritakan kisah gua sama temen 1 group yaitu yg bernama Ponger's yg terdiri dari 8 orang. Pongers dibuat karena kami memiliki satu kesamaan dalam banyak hal, kata pongers pun berasal dari kata pongo, yah bisa dibilang kami memang orang-orang iseng bermuka pongo.Tapi disini gua lebih menceritakan sahabat sejati gua yg terdiri dari 5 orang karena 3 orang lainnya sudah menyusut dan tak ada kabar lagi. Disini gue akan menceritakan kekonyolan-kekonyolan yang terjadi sampai sekarang, berpetualang nantinya... gua kenalin dulu deh..


     Pertama, gua kenalin dulu nama gue Raden Adhitya Ardiansyah Ramadhan, biasa dipanggil Adhit. Gue biasa dipanggil ayam karena jambul gua kayak ayam. yah.. gua tau pasti Anda menyangka nama gue kepanjangan tapi begimana pun, yah itulah anugerah yg diberikan ortu kita hehe #sok
     Langsung aje nih, jujur gua disini orangnya paling lelet, biasa orang2 udah pada kumpul. Gua sendiri baru bangun haha. Selain itu mungkin gua orangnya agak pemalu dan orang2 biasanya manggil gua cuek gak peduli. Tapi gini2 gua orangnya berperasaan loh haha #bener

      kedua, ini temen gua yg bernama Bogie Ardianto. Biasa dipanggil Bogie. Sebutan bagi die becak hehe. Dia orangnya agak gemuk, dia anaknya seruu, setia kawan, asyik deh pokonya tapi malesinnye dia itu anaknya suka mempermasalahkan yg semestinya tidak usah dipermasalahkan yaitu hal2 yg sepele banget, suka ribet dah pokoknya bawel kayak emak2 erot kesurupan..


      Ketiga, ini temen gua yg bernama Firhan Fahreza. Biasa di panggil firhan. Sebutan bagi die gorila karena mukanya yg mirip kayak hewan tersebut hehe. Dia anaknya gak kalah seru, suka nyanyi mulu di kelas. Yah.. walau gua akuin suaranya bagus banget. Tapi dia gokil bermuka pongo pula, walau berbadan kekar. Tapi anaknya pendiem kok kalo di kalangan keluarga haha, die anaknya yg paling sial diantara kita. dan biasanye dia di sebut2 cowok terganteng di antara kita semua hehe.


    Temen gua yg terakhir benama Gabriel Ekram biasa dipanggil Yogi. Sebutan bagi die unta, karena selain bermuka campuran arab dengan condet alhasilah seperti muka orang Papua bawa golok hehe. dia orangnya agak hitam dan tinggi, dia anaknya yg paling gokil diantara kami, nekat banget dah suka ngerusuh di kelas, dan suka ngeledekin guru dengan muka penuh tanpa dosa -__-"


     Itu adalah temen2 gua semasa SD.. dan di SMP kita bertemu lagi.. kita biasa melakukan hal2 yg bisa dibilang gakan pernah berhenti ketawa. Kita kerjaanya suka nyanyi bersama ampe ditimpukin anak2 kelas, ngeledek orang2 gaje padahal kita gaje wkwk. Suka perang2an dikelas pake sapu dan sekop sebagai senjata, tas sebagai tameng, dan topi pramuka sebagai helm dan terkadang gua juga perang pake karet hehe sekali kena merah euy..

Terakhir temen gue waktu SMP.. Namanya Fauziah Salehah, yah walaupun sebenarnya kita berlima satu sekolah. Tapi, ada juga loh akhirnya perempuan yang tahan sama kegokilan kita haha. Kata orangsih dia mirip Shireen Sungkar, dia orangnya asik, baik, setia kawan, dan rajin menabung kok #loh? wkwk. Cuman yang paling gue salutin ama dia, dia sabar ketika ada reunian dan ternyata kita fix gabisa di hari H. beuh kebayangkan? dia relain hal lainnya untuk kita, tapi pada akhirnya kitapun hanya jadi PHP wahaha #evillaughs
(Sumber; Foto SMP)
Kita juga 1 eskul yaitu taekwondo. Banyak kejadian seru yg kami alami dari yg paling suka sampe duka. Gua akan ceritakan cerita kami di post berikutnya..
Maap kalo ceritanya gaje yak hehe :D