Pada
suatu hari ketika kita berjalan-jalan bersama, kami melihat banci lewat.
Sontak, kamipun tertawa terbahak-bahak, seketika pembicaraan hangatpun tiba,
yaitu membicarakan banci. “lu tau gak? Banci itu serem kalo udah marah, bahkan
sampe ngejar-ngejar lu terus.” Kata Yogi membuka pembicaraan kami.”hahha anjir
serem banget kalo gitu” jawabku dengan herannya.
“hahahaha” gelagat Firhan ketawa dengan sendirinya. “Lu kenapa Fir?” Tanya
Bogie dengan muka kebingungan. “Gua jadi keinget dulu, pernah di godain banci
gua, najis banget” jawab firhan dengan muka penuh tawa. Kamipun tertawa
bersama-sama mendengar ocehan Firhan
itu.
Ternyata
dulu ketika dia sedang pulang dari latihan Taekwondo kerumahnya pernah ada
banci yang ikut naik dengannya di angkutan umum, kebetulan ketika itu dia
sedang tidak mengendarai motor dan hal yang wajar terjadi karena untuk menuju
rumahnya dia harus melewati gang gongseng, tempat surga baik para banci alias
tempat markas mereka mangkal. “Cowook, mau kemanaa? Tanya si banci itu ke
Firhan. Namun Firhan mempalingkan mukannya dan tidak menjawab perkataanya. “Ahh
kamu kok sombong banget sih?” rayuan banci itu kembali menggodanya sambil
mencolek paha Firhan. Well, mungkin hari itu adalah neraka baginya hehe
Selain
itu, diapun bercerita ketika bersama saudaranya sedang mengendarai mobil.
Sekelebat pun tiba, sang bancipun datang bergenjreng dengan irama musik nyanyiannya bagaikan musisi profesional. Yah, bagaimanapun itu adalah suatu pekerjaan baginya dan iapun
meminta imbalan bagi yang ingin mengasihinya. Jendela mobilpun dibuka,
saudaranya Firhan yang saat itu sedang menyetir dalam mobilnyapun bersiap untuk kasih uang ke si banci tersebut. Namun banci itu menolak dan
berkata “ahhh aku gamau uang ini, aku maunya mas-mas berondong itu” sambil
menunjuk kearah muka Firhan. Dengan perasaan yang tidak enak merekapun langsung
pergi dan meninggalkan si banci itu.