Jumat, 22 Juli 2016

Setengah Pria

Memang yang paling keren diantara kita adalah Firhan Fahreza, bocah pendiem dan selalu berbau militer itu.Namun dialah orang yang paling sial diantara kami, bahkan sialnya itupun sampai di godai oleh wanita cantik berbadan pria, sebut saja banci (waria). Yah, tidak hanya kaum hawa yang menyukainya, bahkan kaum campuran pun demikian.

Pada suatu hari ketika kita berjalan-jalan bersama, kami melihat banci lewat. Sontak, kamipun tertawa terbahak-bahak, seketika pembicaraan hangatpun tiba, yaitu membicarakan banci. “lu tau gak? Banci itu serem kalo udah marah, bahkan sampe ngejar-ngejar lu terus.” Kata Yogi membuka pembicaraan kami.”hahha anjir serem banget kalo gitu” jawabku dengan herannya. 
“hahahaha” gelagat Firhan ketawa dengan sendirinya. “Lu kenapa Fir?” Tanya Bogie dengan muka kebingungan. “Gua jadi keinget dulu, pernah di godain banci gua, najis banget” jawab firhan dengan muka penuh tawa. Kamipun tertawa bersama-sama mendengar ocehan Firhan  itu.

Ternyata dulu ketika dia sedang pulang dari latihan Taekwondo kerumahnya pernah ada banci yang ikut naik dengannya di angkutan umum, kebetulan ketika itu dia sedang tidak mengendarai motor dan hal yang wajar terjadi karena untuk menuju rumahnya dia harus melewati gang gongseng, tempat surga baik para banci alias tempat markas mereka mangkal. “Cowook, mau kemanaa? Tanya si banci itu ke Firhan. Namun Firhan mempalingkan mukannya dan tidak menjawab perkataanya. “Ahh kamu kok sombong banget sih?” rayuan banci itu kembali menggodanya sambil mencolek paha Firhan. Well, mungkin hari itu adalah neraka baginya hehe

Selain itu, diapun bercerita ketika bersama saudaranya sedang mengendarai mobil. Sekelebat pun tiba, sang bancipun datang bergenjreng dengan irama musik nyanyiannya bagaikan musisi profesional. Yah, bagaimanapun  itu adalah suatu pekerjaan baginya dan iapun meminta imbalan bagi yang ingin mengasihinya. Jendela mobilpun dibuka, saudaranya Firhan yang saat itu sedang menyetir dalam mobilnyapun bersiap untuk kasih uang ke si banci tersebut. Namun banci itu menolak dan berkata “ahhh aku gamau uang ini, aku maunya mas-mas berondong itu” sambil menunjuk kearah muka Firhan. Dengan perasaan yang tidak enak merekapun langsung pergi dan meninggalkan si banci itu.

Pencarianku untuk Celana

Saat ini aku sudah kuliah di salah satu universitas di Indonesia, ya... pada sore hari itu aku berencana untuk berenang sendirian. Mungkin karena beberapa temanku yang sedari siang tadi aku ajak tidak ada yang mengubrisku. Akupun berenang di kolam renang dekat dengan rumahku, yaitu kolam renang halim.

Sesampainya disana, semua berjalan dengan biasanya, angin begitu dingin dan dari kejauhan pun sudah kulihat sedari tadi banyak remaja-remaja perkumpulannya sedang canda tawa hingga selfie, bahkan tidak sedikit pula ada yang berduaan dalam kolam renang seperti layaknya suami istri hingga akhirnya, lonceng kolam renang itupun berbunyi hingga semua perenang bergegas pergi keatas untuk mandi, aku baru tahu kalau itu adalah tanda bahwa kolam renang akan di bersihkan, dan memang, waktu menunjukan pukul 17.00. Akupun berbegegas untuk mandi. 

Setelah aku selesai shower, aku baru sadar bila ternyata aku gabawa celana dalam, "emm, yasudahdeh kalo gitu gue gapake celana dalam aja, untung rumah gabegitu jauh" gumamku dalam hati. Akupun bergegas ke tempat parkiran motor karena hari itu cuaca sedang mendung, padahaal aku malah suka saat renang hujan, karena suasa dingin dan rintikan air di kolam membuatku tenang disana. Sesaat di motor, aku check kembali barang yang sudah kubawa, dan ternyata celana dalam yang kubawa tadi ketinggalan. Akupun bergegas masuk ke tempat mandi untuk mengambil celana itu dan kembali lagi ke tempat parkiran motor. Disana, aku check kembali dalam tasku apakah ada yang ketinggalan. Tiba-tiba, "Abang-abang, abang gapake kancut yaaaa hahahahahaha" teriak anak kecil yang sedaritadi melihatku cekikikan. Akupun malu dan bergegas pergi setelah kulihat tidak ada yang ketinggalan