Senin, 09 Juli 2012

Petualang Di Gunung Salak

     Hari menjelang pagi dengan ditemani indahnya sang surya.. Saat itu kebetulan sedang berlibur di puncak Cisarua dengan kegiatan "Gasuku Taekwondo". Biar agak gaya dikit, kami menyebut itu sebuah villa hehe tapi bukan pemain bola loh <David Villa>
     Langsung aje ketopik yak, saat itu kami bertiga bersama yg lain berkelana berangkat jalan untuk menuju sebuah buah yg amat besar, yaitu Salak. Maksud saya Gunung Salak hehe. Ketika itu sungguh di sayangkan teman kami yg bernama Bogie Ardianto tidak ikut hadir karena omnya menikah. Diperjalanan kami saling berlomba paling depan supaya biar berasa seperti pemimpin jalan didepan hehe. Begitu sampai di lokasi, semangat kami tidak pudar untuk terus berkelana hingga mencapai puncak. Yah.. Walaupun setitik demi setitik air terus bercucuran tapi semangat kami terus bergelora seperti api yg membara. Ketika itu kami di lokasi berencana ke curug kembar yg berada di gunung Salak, Kami semuapun langsung menuju terdepan walaupun guru kami yg biasa disebut sabeum di Taekwondo berada di belakang jauh ketinggalan. Langkah demi langkah kami lalui walau banyak bebatuan tak jelas yg membuat kami terperosot, setengah jalan menuju curug, saya mendengar suara adik kelas berkata kasar. Pikiranku pun mulai gak karuan, akhirnya disepanjang perjalanan kami ditempeli lintah, dan beberapa orang terserang lebah.
     Alkisah di pertengahan jalan ada seorang cewek adik kelasku yang tersengat dan akhirnya semua tubuhnya pun terlumuri bentol-bentol seperti biang keringat namun berukuran besar. Saat itu pun kami semua beranjak turun. Yah sebagai seorang senior saya harus menjaga adik-adik untuk turun. Ketika itu pun saya cukup kaget bahwa Firhanpun ikut terkena sengatan.

"Lu kena sengatan dimananya fir?" kataku sambil terheran padanya
"Gua kena di pantat neh sakit banget" (sambil menggosok-gosok pantatnya)
"Hahaha.. Kalo kena sengatan yang enakan kenapa, masa lu disitu wkwk.." aku menimpali dengan cekikikan
"Terus gimana nih gua? Perih euy." (sambil mengibas-ngibaskan celana)
"Biasanya kalo digigit ular kita harus hisap tubuh kita yang digigit itu, biar sengatannya kembali keluar sebelum masuk dan menyebar ke seluruh tubuh lu. Tapi kalo lu kenanya di situ... gua mah ogah wkwk." (beranjak pergi)

Akhirnya kami pun kembali ke bawah dan terkadang saya dan Yogi suka ketawa melihat Firhan berjalan sambil menggosok-gosok seperti itu. Namun setelah kami kembali ke villa, sabeum kami ternyata melihat seorang cewek berselendang yg menempeli tubuhnya saat berada dipaling belakang melihat kami semua turun dari gunung tersebut. Yah, memang angker dan ditambah kami berkata kasar. Di sana kami juga melihat ada tenda perkemahan penyelamatan pesawat Sukhoi. Mungkin ini sebagai pelajaran bahwa tidak boleh berkata kasar di tempat yg sebenarnya kami tak ketahui.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar