Minggu, 21 Oktober 2012

Memperihatinkan

      Pada suatu ketika kami membuat perjanjian yang mempertemukan kami di sebuah gedung berkilauan yang sangat mewah, cahaya benderang menyengat mata kami untuk selalu melirik. Dan biasanya di tempat itulah tempat balai remaja bertemu saling berbagi dan tertawa. Namun tidak bagi kami, kami membuat janji tersebut di tempat kegelapan, yaitu bioskop.
     Pada awalnya kami tidak tertarik datang kesana, karena bagi kami disana bukan level kami (gaya), jika tidak gue yang menghasut kedua bocah tsb, yaitu Bogi dan Firhan. Waktu itu gue gatau yah.. Yogi kemana? Mungkin beliau telah pergi meninggalkan kami untuk menyelamatkan Crayon Sinchan melawan emaknya naik elang. Yah.. mungkin saja,... Oke lanjut. Pada awalnya kami ingin ke bioskop karena sebelumnya sambil menunggu kami latihan Taekwondo untuk itulah kami ingin mencari sensasi yg berbeda dengan menggunakan atribut celana taekwondo tampang seperti petolan mall, ada film menegangkan juga yang membuat kami semakin yakin untuk mengunjungi tempat itu, yaitu The Terminator. Namun Allah berkehendak lain, kami nangis tak terkira, merobek baju.... orang dan membanting harga diri hingga air mengguyur seperti lautan yg menenggelamkan kami. Ternyata film ituu tidak ada!! Tidakkkk... oke itu lebay. Akhirnya dengan meniatkan diri dan membanca basmalah kami harus menentukan film selanjutnya dengan bijak, karena keadaan terpaksa dan tanggung kalo kami harus berpaling pulang. Akhirnya kami memilih "Hafalan Surat Delisah"

     Kronologisnya di saat kita masuk dan melihat jam tayang di bioskop itu, ternyata sangat memprihatinkan, ada 3 film.. yg pertama film macem sinetron, film hafalan shalat Delisa dan film horror yg berbau bokep itu. Apa boleh buat niat tinggi yg membahana kami langsung menciut yg terkikis oleh rintikan kepedihan kami #oke lebay... ketika kami memilih dan memilah dari sinopsis masing2 film... Akhirnya kami memutuskan untuk menonton hafalan shalat Delisa.

     Yah, pakaian kece kami... Muka sangar kamii... kelompok para single yg keren dan gelagat jalan seperti seorang pembela kebenaran, entah kenapa kesambet menonton film ini... well, ketika kita masuk untuk mencari tempat duduk, saya melihat sekeliling... dan yg terlihat adalah orang tua bersama anaknya yg masih kecil,  tak mengherankan film ini sangat bagus untuk di tonton untuk kalangan muda dan sangat memprihatinkan untuk para kalangan remaja karena tidak hadir untuk menemani kami nonton bersama... Dan saat film berlangsung, dengan tak tahu dirinya kitalah yg paling ramai sendiri -__-''

Tidak ada komentar:

Posting Komentar