Kamis, 06 Agustus 2015

Pelarian Maut


     Ketika itu kami sedang asik jajan disamping lapangan bola deket sekolah TK  Kartika, Saat itu kami sedang beristirahat sehabis bermain bola bersama di lapangan. Kekompakan kamipun tidak terbendung, bahkan hingga 1 kelas asyik menikmati minuman yang nikmat sambil melihat alam yang sangat indah ditambah nuansa merah-kuning yang sangat menyelekit mataku.  Ya, kami masih SD kala itu, muka imut  namun menjijikan hehe. Aku sempat terkesimak melihat Ikhsan dan Ino yang berduaan melihat kearah bawah. Tiba-tiba merekapun mengagetkan kami sekelas dengan berlari meninggalkan kami, ternyata mereka berdua menhina sekolah SD tetangga yaitu SD 04. Kamipun berlarian kalang kabut. Akupun panik, karena yang mengejar lebih senior dariku, dengan muka kebingungan aku lari dengan tergesa-gesa tak peduli anak perempuan tertinggal.  Tiba-tiba saat berlari Yogipun masih tertwa terbahak-bahak, baginya inilah petualang, walau bagiku itu justru malapetaka. “kenapa lu terus ketawa!” gertakku padanya walaupun dia tidak menghiraukannya. “ Anjir masih aja pada berantem lu pada’’ Bogiepun menyahut dengan seksama ketika melihat aku yang seperti gersang. Firhan yang disampingku tidak menhiraukan dan tetap pendiam seperti biasanya. Walaupun  SD 04 mengejar kami dengan sepeda serta bambu yang keatas-atasin, yahh kami hanya bermodal pasrah dalam pelarian, walaupun banyak helak tawa dan kepanikan didalamnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar