Hari
itu adalah hari yang sangat melelahkan. Bel sekolah sudah berbunyi, waktu ntuk
pulangpun sudah tiba. Seperti biasanya aku duduk di dekat kolam, memandangi
indahnya awan sambil mendengarkan ikan bernyanyi dengan menyipratkan airnya.
Temanku yogi ternyata sedang melamun. Dengan sifat jahilku, akupun
mengagetkannya. Dia pun meceritakan kepadaku sambil menunjukan telunjuknya,
dialah Nabela sang pujaan hatinya. Meamang jadwal pulang sekolah selalu dipakai
waktunya untuk ekskul paskib, sehingga tidak jarang temanku ini
memperhatikannya.
“Temenin
gua yok” kata yogi.
Gua
dan Bogipun bingung dan langsung ikut dengannya. Diapun bercerita tentang
Nabela hingga pada akhirnya kita sampai di mall.
“Eh
bantuin cariin dong coklat yg bagus” dengan muka bingung Yogi sambil mencari
“Hah,
buat apa?” Bogi menimpali dengan raut yang bingung
“Udah
cari ajaaaa” dengan gelagat pengen cepet-cepet Yogi sambil melihat-lihat coklat
yang tersedia.
Setelah
kita memilih coklat dengan perjuangan yang sangat keras hingga sejaman akhirnya
kitapun kembali ke sekolah.
“Doain
gua yee”. Dengan gaya Yogi sok kecakepan
“Okedaah”
sontak kami.
Tak
kuasa diapun menghampiri Nabela yg sedang latihan di tengah lapangan. Kami yang
melihat dari kejauhanpun melihatnya dengan deg-degan. Dan akhirnyaaa, keterima.
Coklat itu di terima olehnya, Yogipun tak kuasa bahagianya pada hari itu
juga.
“Huff
leganya, akhirnya ia dapat gebetan jugaaa hehe” sambil membenarkan rambutku.
Keesokan
harinyapun tiba, seperti biasa kita besekolah (lagi). Saat pulangpun tiba dan
kami seperti biasa duduk sambil menikmati indahnya sekolah. Tiba-tiba, muka
yogi cemberut.
“lu
kenapa yog?” dengan heran Bogi tiba-tiba langsung nanya intinya.
“itu
lu taukan coklat yang gua kasih ke dia kemarin? Ternyata coklatnya gak di
anggap, dan diapun langsung kasih ke temen-temennya” dengan sakit hati dia
akhirnya mengatakan yang sesungghnya.
“oalaahh,
gagal lagi dong hahaha :D” dengan cekikikan saya menghinanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar