Jumat, 07 Agustus 2015

Tragedi Cokelat

     Hari itu adalah hari yang sangat melelahkan. Bel sekolah sudah berbunyi, waktu ntuk pulangpun sudah tiba. Seperti biasanya aku duduk di dekat kolam, memandangi indahnya awan sambil mendengarkan ikan bernyanyi dengan menyipratkan airnya. Temanku yogi ternyata sedang melamun. Dengan sifat jahilku, akupun mengagetkannya. Dia pun meceritakan kepadaku sambil menunjukan telunjuknya, dialah Nabela sang pujaan hatinya. Meamang jadwal pulang sekolah selalu dipakai waktunya untuk ekskul paskib, sehingga tidak jarang temanku ini memperhatikannya. 

“Temenin gua yok” kata yogi. 
Gua dan Bogipun bingung dan langsung ikut dengannya. Diapun bercerita tentang Nabela hingga pada akhirnya kita sampai di mall. 
“Eh bantuin cariin dong coklat yg bagus” dengan muka bingung Yogi sambil mencari
“Hah, buat apa?” Bogi menimpali dengan raut yang bingung
“Udah cari ajaaaa” dengan gelagat pengen cepet-cepet Yogi sambil melihat-lihat coklat yang tersedia.
                                                    
Setelah kita memilih coklat dengan perjuangan yang sangat keras hingga sejaman akhirnya kitapun kembali ke sekolah.
“Doain gua yee”. Dengan gaya Yogi sok kecakepan
“Okedaah” sontak kami. 
Tak kuasa diapun menghampiri Nabela yg sedang latihan di tengah lapangan. Kami yang melihat dari kejauhanpun melihatnya dengan deg-degan. Dan akhirnyaaa, keterima. Coklat itu di terima olehnya, Yogipun tak kuasa bahagianya pada hari itu juga. 
“Huff leganya, akhirnya ia dapat gebetan jugaaa hehe” sambil membenarkan rambutku.

Keesokan harinyapun tiba, seperti biasa kita besekolah (lagi). Saat pulangpun tiba dan kami seperti biasa duduk sambil menikmati indahnya sekolah. Tiba-tiba, muka yogi cemberut. 
“lu kenapa yog?” dengan heran Bogi tiba-tiba langsung nanya intinya. 
“itu lu taukan coklat yang gua kasih ke dia kemarin? Ternyata coklatnya gak di anggap, dan diapun langsung kasih ke temen-temennya” dengan sakit hati dia akhirnya mengatakan yang sesungghnya. 
“oalaahh, gagal lagi dong hahaha :D” dengan cekikikan saya menghinanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar